0


Assalamualaikum wr wb, senang saya bisa kembali terus menulis di blog ini, nah teman-teman dalam tema kali ini saya akan menuliskan tentang dalil dari shalat sunnah dhuha, apakah shalat sunnah dhuha boleh dilakukan secara berjamaah atau tidak, mungkin ada banyak orang yang berpendapat berbda-beda karena ketidak tahuan akan adanya dalil-dalil tertentu yang memperbolehkan shalat dhuha berjamaah ini, namun semoga dengan berkunjungnya kawan kawan kesini menjadi tahu, akan adanya dalil ini, mungkin untuk lebih jelasnya masi kiba pelajari bersama-sama.

PENDAPAT IMAM AN-NAWAWI

(8) Telah disebutkan sebelumnya bahwa shalat, shalat sunnah tidak disyariatkan dilaksanakan berjamaah, kecuali shalat idulfitri dan idul adha, gerhana matahari dan bulan, shalat istisqa` (Minta hujan), demikian juga tarawih dan witir setelahnya, Jika kami katakan menurut pendapat al-ashahh, sesungguhnya berjamaah afdhal dalam semua itu, adapun shalat shalat sunah yang lain seperti shalat sunnah rawatib, bersama fardhu shalat dhuha, shalat shunnah mutlaq, tidak di syariatkan berjamaah, artinya tidak di anjurkan, akan tetapi jika dilaksanakan secara berjamaah, maka hukumnya boleh, tidak dikatakan makruh, imam syafi`i menyebutkan secara teks dalam mukhtashar al-buwaithidan ar-rabi` bahwa boleh dilaksanakan berjamaah, dalil bolehnya adalah banyak hadits dalam kitab shahih, diantaranya adalah hadits itban bin malik, sesungguhnya Rasulullah Saw datang kerumahnya setelah panas terik, bersama Rasulullah Saw ada abu bakar. Rasulullah Saw berkata: "Dimanakah engkau suka aku laksanakanshalat didalam rumahmu?" maka saya tunjuk tempat yang saya sukai agar Rasulullah Saw shalat di tempat itu. Rasulullah Saw berdiri, kemudian kami menyusun shaf di belakang beliau, kemudian Rasulullah Saw mengucapkan salam kamipun ikut mengucapkan salam ketika beliau mengucapkan salam. (HR. Al-Bukhari Dan Muslim). Shalat sunnah berjamaah bersama Rasulullah Saw juga berdasarkan hadits hadits shahih dari riwayat ibnu abbas, annas bin malik, ibnu mas`ud dan hudzaifah. Semua hadits mereka ada dalam shahih al-bukhari dan muslim, kecuali hadits hudzaifah hanya ada dalam shahih muslim saja. Wallahu a`lam.

PENDAPAT IMAM IBNU TAIMIAH

Shalat sunnah terbagi kepada dua:
Pertama: Shalat sunnah yang disunahkan untuk dilaksanakan secara berjamaah seperti shalat khusuf (Gerhana matahari), Shalat istisqa` (Minta Hujan) Dan shalat malam ramadhan. shalat-shalat sunah ini dilaksanakan secara berjamaah sebagai mana yang disebutkan dalam hadits.

Kedua: Shalat sunnah yang tidak di anjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah seperti shalat qiyamullail, shalat sunnah rawatib, shalat dhuha, shalat sunnah tahyatulmasjid dan shalat shalat sunah lainnya. shalat shalat sunah jenis ini jika dilaksanakan secara berjamaah maka hukumnya boleh, jika dilaksanakan sekali-kali.

Nah itulah penjelasan tentang dalil-dalil yang memperbolehkan shalat sunnah berjamaah, dan mungkin akan saya akhiri penulisan artikel kali ini, semoga apa yang saya bagikan disini bermanfaat bagi kita semua, akhir kata saya ucapkan wasallam.
Sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/12/dalil-tentang-shalat-sunah-dhuha.html

Dikirim pada 10 Desember 2018 di Doa


Assalamualaikum wr wb, Alhamdulillah dalam penulisan artikel kali ini saya masih diberikan kesehatan sehingga dapat terus mengupdate artikel dari blog ini, sebelumnya saya berterimakasih kepada teman-teman yang sudah mendukung blog ini sehingga blog ini dapat bertahan, karena sesungguhnya jika tanpa kalian blog ini hanya butiran debu, karena tak ada yang membaca dan belajar, tapi berkat adanya teman teman semua blog ini bisa terus bertahan sampi detik ini,

Dalam penulisan artikel kali ini kami akan menuliskan artikel tentang dalil, dalil dari shalat sunnah qabliyah, sedikitnya ada empat dalil yang akan saya tuliskan disini, dalil yang pertama menurut Abdullah al-muzani, yang kedua dari ibnu abbas, yang ketiga dari anas bin malik, dan yang ke empat dari martsad bin abdullah al-yazani, nah untuk lebih jelasnya mari kita pelajari bersama-sama tentang dalil dari shalat sunnah qabliyah ini,

DARI ABDULLAH AL_MUZANI

Dari Abdullah Al-Muzani, dari rasulullah Saw: "Shalatlah kamu sebelum maghrib. shalatlah kamu sebelum maghrib. shalatlah kamu sebelum maghrib, bagi siapa yang mau" (HR. Al-Bukhari).

DARI IBNU ABBAS

Dari Ibnu Abbas: "Kami melaksanakan shalat dua rakaat setelah tenggelam matahari, rasulullah Saw melihat kami, beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami", (HR.Muslim).

DARI ANNAS BIN MALIK

Dari Annas Bin Malik, ia berkata: "ketika mu`adzin telah mengumandangkan adzan, para shahabat shalat menghadap tiang hingga rasulullah saw keluar (rumah), para shahabat sedang melaksanakan shalat dua rakaat sebelum maghrib, tidak ada apa apa antara adzan dan iqamah, (HR.Al-Bukhari).

MARTSAD BIN ABDULLAH

Martsad bin abdullah Al-Yazani berkata:"Saya datang menemui `Uqbah bin `Amir Al-Juhani, saya katakan kepadanya: "Apakah tidak aneh bagimu melihat abu tamim shalat dua rakaat sebelum maghrib?". `Uqbah menjawab: "kami melaksanakannya pada masa rasulullah". Saya bertanya: "Apa yang membuatmu tidak melaksanakannya sekarang?" Ia menjawab: "Kesibukan". (HR.Al-Bukhari).

Nah teman teman kajian muslim itulah dalil dalil tentang shalat sunnah qabliyah yang dapat kami bagikan di sini, mudah mudahan dapat dipelajari oleh kita semua, dan tau alas-usul tentang shalat sunnah qabliyah ini, mungkin dalam penulisan artikel tentang dalil dalil shalat sunnah qabliyah ini saya cukupkan sampai disini, jika ada teman-teman yang ingin bertanya, silahkan untuk mengirimkan pertanyaan teman-teman melalui email yang sudah tersedia di menu kontak, atau juga bisa melewati fanspage facebook kami yang ada di sidebar, disana teman-teman bisa bertanya tentang apa yang mau di tanyakan, boleh juga dari perihal yang lain, yang masih bersangkutan dengan agama, dan jangan lupa like juga fanspage kami ya, akhir kata saya ucapkan wasallam.
Sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/12/dalil-dalil-shalat-sunah-qabliyah.html

Dikirim pada 07 Desember 2018 di Doa


Assalamualaikum wr, wb, Mungkin ada sebagian dari teman-teman ada yang bertanya, apakah ada dalil-dalil yang menjelaskan tentang shalat rawatib, nah maka dari itu pada kesempatan kali ini kami akan membagikan dalil dalil yang menjelaskan tentang shalat rawatib, dalil dari ummu habibah ummul mu`minin dan dari abdullah bin mughaffal al-muzani, dalam dalil ini akan dijelaskan tentang rakaat shalat rawatib, pelaksanaanya, berapa rakaat shalat rawatib sehari semalam, mungkin untuk lebih jelasnya kita langsung saja bahas dalil dalilnya berikut di bawah ini,

Dari Ummu habibah Ummul Mu`minin, ia berkata:"saya mendengar Rasulullah Saw bersabda:
"Siapa yang shalat 12 rakaat sehari semalam, dibangunkan untuknya satu tempat disurga" (HR. Muslim)
Penjelasan 12 rakaat tersebut terdapat dalam riwayat imam at-tirmidzi,

4 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat setelah dzuhur, 2 rakaat setelah maghrib, 2 rakaat setelah isya. dan 2 rakaat sebelum subuh, . menurut riwayat ibnu umar: 2 rakaat sebelum dzuhur. sedangkan 2 rakaat sebelum ashar, 2 rakaat sebelum maghrib dan 2 rakaat sebelum isya masuk dalam hadits:

Dari Abdullah bin mughaffal al-muzani, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: "Antara adzan dan iqamah ada shalat, bagi siapa yang mau melaksanakannya". (HR Al-Bukhari dan muslim).

Nah itulah dalil dalil yang menerangkan tentang shalat rawatib, dari jumlah rakaan, dan berapa rakaat shalat rawatib dilaksanakan sehari, mudah mudahan apa yang saya bagikan disini bisa bermanfaat bagi kawan kawan semuanya, jika kawan kawan memiliki bahan pertanyaan silahkan ditanyakan kepada kami, kontak kami sudah tersedia di menu kontak, atau bisa juga lewat fanspage facebook, jika teman teman mengunjungi fanspage facebook kami jangan lupa like ya fanspage nya, mungkin untuk penulisan artikel kali ini saya cukupkan sampai disini sampai jumpa pada artikel selanjutnya, akhir kata saya ucapkan wasallam.
Sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/12/dalil-shalat-rawatib-dari-ummu-habibah.html

Dikirim pada 07 Desember 2018 di Doa


Assalamualaikum wr, wb, tiada hari tanpa bersinarnya sang matahari (Kehendak Allah), alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita berjumpa kembali dalam tulisan di blog kecil kita ini (dengan izin Allah), pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan artikel tentang hukum bagi orang yang meninggalkan shalat secara disegaja, pertama-tama saya mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman semua yang sudah mendukung blog ini, doakan kami agar selalu diberikan kesehatan, bagai mana sih hukum orang yang meninggalkan shalat itu?, berikut di bawah ini hadits hadits tentang orang yang meninggalkan shalat secara disengaja, mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan teman-teman semua tentang hukum bagi orang-orang yang meninggalkan shalat,

JAWABAN:

Dosa besar yang ke duapuluh adalah meninggalkan shalat secara sengaja, pensyariat yang maha bijaksana telah memerintahkan orang-orang yang beriman agar menegakkan shalat, menunaikannya, menjaganya dan memperhatikannya. Allah Swt telah berfirman: "sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman" (Qs. An-Nisa` [4]:103). dan firmannya: "Orang-orang yang meninggalkan shlat".

Sunnah juga demikian, diriwayatkan dari Rasulullah Saw: "Empat perkara yang diwajibkan Allah dalam islam, siapa yang melaksanakan tiga, maka itu tidak mencukupi baginya hingga ia melaksanakan semuanya; shalat, zakat, puasa ramadhan dan haji ke baitulloh". (HR. Ahmad). Diriwayatkan dari umar bin al-khaththab, Rasulullah Saw bersabda: siapa yang meninggalkan shalat secara disengaja, maka Allah menggugurkan Amalannya, perlindungan Allah dijauhkan darinya (ia kafir), hingga ia kembali kepada Allah dengan bertaubat" (HR. Al-Ashfahani). Dari Ibnu Abbas, Ia berkata : "Siapa yang meninggalkan shalat, maka kafirlah ia". Dari Ibnu mas`ud, ia berkata: :Siapa yang meninggalkan shalat, maka tidak ada agama baginya". Dari jabir bin abdillah, ia berkata: "Siapa yang tidak shalat maka ia kafir".

Hadits shahih dari rosulullah Saw: "Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat itu kafir". demikian juga pendapat para ulama dan sejak masa Rasulullah Saw bahwa orang yang meninggalkan shalat secara disengaja tanpa uzur hingga waktunya berakhir, maka kafirlah ia, karena Allah Swt mengancam orang yang meninggalkan shalat. Diriwayatkan dari Rasulullah Saw: "Antara seseorang dan kekafiran adalah meninggalkan shalat"

Nah hadits di atas itu adalah hukum bagi orang yang meninggalkan shalat secara disengaja, mudah mudahan dapat dengan mudah di mengerti oleh teman-teman semua, namun jika ada yang masih kebingungan silahkan untuk bertanya kepada kami, bertanya disini bisa melalui kontak email atau dengan mengirikan pesan di fanspage facebook yang ada di sidebar blog ini, silahkan kunjungi fanspage kami, jangan lupa like juga ya fasnpagenya, untuk penulisan artikel kali ini saya cukupkan dulu sampai disini, untuk kedepannya atau update artikel selanjutnya insya allah saya akan menuliskan tentang hadits dari hukum-hukum islam yang lainnya, akhir kata saya ucapkan wasallam.
Sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/12/hukum-bagi-orang-yang-meninggalkan-shalat.html

Dikirim pada 06 Desember 2018 di Doa


Fatwa dari syekh Ubaid Abdullah Al-Jabiri:

Assalamualaikum wr, wb, tak terasa hari dan bulan silih berganti, dan alhamdulillah bertambahnya usiapun tak membuat kita berhenti belajar mengkaji, dengan adanya blog tentang kajian muslim ini mudah mudahan dapat mempermudah teman teman dalam mencari informasi tentang pembelajaran agama islam, tema yang akan saya bahas kali ini adalah tentang shalat tahajud, apakah shalat tahajud harus dilakukan sesudah tidur, ataukah bisa dilakukan walaupun tidur terlebih dahulu?, Tahajud dalam sunnah disebutkan secara mutlak tampa ada ikatan harus tidur dulu atau tidak, sesuatu yang disebutkan secara mutlak maka tidaklah boleh di ikatkan dengan suatu syarat, kecuali ikatan itu berdasarkan syarriat islam, dengan nash teks al-quran dan sunnah, dalam masalah qiyamullail, tidak ada ikatan harus didahului tidur terlebih dahulu atau tidak tidur.

Bahkan jika seseorang tidak tidur sama sekali pada waktu malam, ia boleh melaksanakan shalat pada malam itu, pada waktu awal malam, pertengahan malam atau di akhir malam, sebagai mana riwayat aisyah, ia berkata: "Disepanjang malam Rasulullah Sawmelaksanakan shalat witir, pada waktu awal, pertengahan, dan di akhir malam, hingga waktu sahur, (artinya Rasulullah Saw tidak tidur dari isya, sampai sahur).

Namun jawaban yang umum dari para ulama: jika tidur terlebih dahulu, di sebut tahajjud. jika tanpa tidur terlebih dahulu, disebut Qiyamullail.

Nah dari pembahasan artikel di atas mudah mudahan tentang shalat tahajud harus tidur dulu atau tidak, bisa terjawab, jika masih ada yang kurang di fahami silahkan di tanyakan melalui contact email ataupun lewat facebook fanspage kajianmuslim, jangan lupa juka di like ya halaman kajianmuslimnya, untuk pembahasan artikel kali ini kami cukupkan sampai disini dulu, akhir kata saya ucapkan wasallam.

Sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/12/haruskah-tidur-terlebih-dahulu-sebelum.html

Dikirim pada 06 Desember 2018 di Doa


Assalamu alaikum wr, wb, berikut ini kami akan memaparkan dalil-dalil daripada hukum shalat berjamaah, banyak yang bertanya apakah shalat berjamaah itu wajib ataukah sunnah, mungkin saja ada yang berpendapat sunnah mu`akkadah (Sunnat Mu`akkad), atau Fardhu Kifayah, sesuai dengan ijtihad para ulama pada masa tertentu, namun berdasarkan dalil dalilnya yang telah dikumpulkan dari dalil dalil yang paling kuat, maka hukum daripada shalat berjamaah itu adalah Fardhu Ain, arti dari fardhu ain itu sendiri adalah (Harus dilaksanakan setiam pribadi muslim).

Nah kajianmuslim kali ini akan memaparkan dalil-dalil yang menerangkan tentang hukum shalat berjamaah, saat ini ada tujuh dalil yang akan kami paparkan disini, dan dari setiap dalil pembahasannyapun tidak sedikit, dan juga untuk mudah dimengerti kami sertakan juga bahasa arabnya, agar semakin kuat dan jelas tentang dalil-dalil yang di paparkan disini, ok langsung saja ke dalil yang pertama berikut dibawah ini kita pelajari bersama,

DALIL YANG PERTAMA

"Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) bersamamu dan menyandang senj4ta" (Qs. An-Nisa {4}: 102).

Allah Swt memerintahkan rasullullah saw dan para shahabat untuk melaksanakan shalat berjamaah, kemudian Allah Swt memerintahkan mereka sekali lagi
Dalil
dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu. ini menunjukan bahwa shalat berjamaah itu fardhu ain, setiap muslim harus melaksanakannya, kwajiban tidaklah gugur meskipun sudah dilaksanakan sekelompok kaum muslim,

(Tidak ada keringanan meskipun dalam keadaan cemas kondisi perang.)

DALIL YANG KEDUA

Dari abu hurairah, sesungguhnya Rasul Saw bersabda, "Demi jiwaku berada di tangannya. aku memerintahkan orang mengambil kayu bakar, kemudian aku perintahkan melaksanakan shalat. mereka di panggil untuk melaksanakan shalat. kemudian aku perintahkan seseorang memimpin shalat berjamaah. kemudian aku datang kepada orang-orang yang tidak melaksanakan shalat berjamaah, aku memb4k4r rumak mereka. demi yang jiwaku berada di tangannya, andai salah seorang dari mereka mengetahui bahwa ia akan mendapatkan daging yang empuk atau daging pada bagian kaki hewan ternak, pastilah ia akan datang menghadiri shalat isya` berjamaah". (HR. Al-Bukhari). Ancaman Keras mengandung makna wajib.

DALIL YANG KETIGA

Dari abu hurairah, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, "shalat yang paling berat bagi orang-orang munafiq adalah shalat shubuh dan shalat isya, Andai mereka mengetahui balasan dalam shalat subuh dan shalat isya berjamaah, pasti mereka akan datang meskipun merangkak, aku ingin memerintahkan seseorang untuk mengumandangkan azan mengajak shalat berjamaah, kemudian aku perintahkan seseorang untuk menjadi imam memimpin shalat, kemudian aku ambil obor nyala api, lalu aku b4k4r orang yang tidak mau pergi shalat berjamaah, (HR. Al-Bukhari Dan Muslim) Celaan yang keras dan ancaman yang kuat menunjukan makna wajib.

DALIL YANG KE EMPAT

Dari abu hurairah, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, "Kalaulah bukan karena dirumah-rumah itu ada kaum wanita dan anak-anak, niscahya aku tegakkan shalat isya, dan aku perintahkan para pemuda memb4k4r rumah-rumah (Mereka yang tidak ikut shalat berjamaah) agar di b4k4r dengan api". (HR. Ahmad). Ancaman keras mengandung makna wajib. Hanya karena adanya kaum perempuan dan anak-anak sehingga pemb4k4ran itu tidak terjadi.

DALIL YANG KELIMA

Dari abu hurairah, ia berkata, "Seorang laki-laki buta datang menemui Rasulullah Saw, ia berkata, Wahai Rasulullah Saw, tidak ada orang yang membimbing saya ke masjid, ia meminta kepada rasulullah Saw agar memberi rukhshah (keringanan agar tidak shalat berjamaah) Rasulullah Saw memberikan keringanan. ketika ia akan pergi, Rasulullah memanggilnya seraya berkata, "apakah engkau mendenganr suara azan?" ia menjawab, "Ya" Rasulullah Saw berkata, maka jawablah! (Hadirilah shalat berjamaah). (HR. Muslim).

Dalam riwayat imam abu daud disebutkan lebih keras bahwa tidak ada rukhshah bagi laki laki yang meninggalkan shalat berjamaah, meskipun sudah tua renta dan buta, jika yang tua dan renta saja tidak di beri rukhshah, apalagi kaum muslimin yang sehat.

Dari ibnu ummi maktum, Ia meminta kepada Rasulullah Saw agar diberikan keringanan untuk tidak shalat berjamaah, "Wahai rasulullah, saya seorang laki laki yang buta, rumah saya jauh. tidak ada yang membimbing saya ke masjid, apakah saya mendapat keringanan untuk shalat dirumah?". Rasulullah Saw berkata "Apakah engkau mendengar suara azan?" ia menjawab, "ya" Rasulullah Saw berkata, "Aku tidak memberikan rukhshah (Keringanan shalat di rumah) bagimu". (HR. Abu Daud).

DALIL YANG KE ENAM

Dari ibnu abbas, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, "Siapa yang mendengan Muazzin, tidak ada uzur (alasan) yang menghalanginya untuk datang shalat berjamaah". Shahabat bertanya, "apakah uzur itu wahai Rasulullah?". Rasulullah Saw menjawab, "takut atau sakit". Rasulullah Saw melanjutkan, "maka shalat yang ia laksanakan itu tidak diteria". (HR. Abu Daud). orang yang shalat dirumah, padahal ia tidak dalam ketakutan dan tidak dalam keadaan sakit, maka shalatnya tidak diterima Allah Swt. Ancaman yang sangat keras ini mengandung makna wajib datang shalat berjamaah.

DAALIL YANG KETUJUH

Dari Abdullah ibnu Mas`ud, ia berkata, "Siapa yang ingin berjumpa dengan Allah Swt dalam keadaan muslim, maka hendaklah ia menjaga shalat-shalatnya ketika adzan dikumandangkan. Sesungguhnya Allah Swt telah mensyariatkan kepada nabi kamu sunnah-sunnah hidayah. sesungguhnya shalat berjamaah itu termasuk sunah sunah hidayah, jika kamu shalat dirumah kamu sebagai mana shalatnya orang meninggalkan sunnah-sunnah nabimu. Jika kamu meninggalkan sunnah sunnah nabimu, maka sungguh kamu sudah sesat. seseorang yang bersuci dengan baik, kemudian menuju masjid, maka Allah Swt menuliskan baginya satu langkah dengan satu kebaikan, derajatnya di angkat dan dosanya di hapuskan. Aku telah melihat kita semua. tidak ada yang meninggalkan shalat berjamaah itu melainkan orang munafiq yang jelas diketahui kemunafiqannya. bahkan ada seseorang yang di papah lalu di tegakkan di antara dua orang lelaki hingga ia dapat tegak di tengah-tengah syaf`. (HR. Muslim).

Itulah dalil-dali yang dapat kami paparkan di halaman ini tentang pembahasan hukum shalat berjamaah, kepada teman teman yang ingin bertanya silahkan untuk mengirimkan pesan kepada kami melalui halaman fanspage facebook kami yang tertera di side bar, atau juga bisa menghubungi kami melalui email yang sudah tersedia di menu contact us, oh ia jika teman teman mengunjungi fanspage facebook kami, janganlupa like & share ya, agar teman teman yang lain tau tentang apa yang dibahas disini, Mungkin penulisan Artikel tentang membahas shalat berjamaah saya akhiri sampai disini, akhir kata saya ucapkan wasallam, sampai jumpa di artikel selanjutnya.
sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/11/hukum-shalat-berjamaah-wajib-atau-sunah-dan-dalil-dalilnya.html

Dikirim pada 05 Desember 2018 di Doa


Assalamualaikum wr wb, Hai sahabat kajian, sudah lama sekali saya tidak meng update artikel di blog ini karena kesibukan, dan alhamdulilah pada saat saya menulis artikel ini, saya mempunyai cukup waktu untuk menulis, dalam artikel baru ini saya akan menuliskan pembahasan artikel tentang Bulan rajab, fadilah bulan rajab, puasa di bulan rajab, keistimewaan bulan rajab, niat bulan rajab dan amalannya, nah untuk itu mari kita mulai pembahasan,

BULAN HARAM

Dalam setahun ada 12 bulan, dari 12 bulan itu ada 4 bulan yang di mulyakan ( Bulan haram/Bulan suci ), terdapat 4 bulan haram yang sudah dikenal umat islam, 3 bulan yang berurutan yaitu bulan DZULQA`DAH, DZULHIJAH, MUHARAM dan satu lagi yaitu bulan RAJAB, maka dari itu banyak dari kalangan masyarakat muslim yang melakukan amalan-amalan ketaatan dibulan ini, salah satunya yaitu bulan rajab, berikut ini adalah firman allah yang berkaitan dengan bulan harom,

ARTINYA:

Sesungguhnya bilangan bulan disisi allah adalah 12 bulan, dan ketetapan allah diwaktu dia (allah) menciptakan langit dan bumi, di antara 4 bulan haram, ialah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu semua dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya,sebagai mana mereka memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwa sanya allah beserta orang orang yang bertaqwa (At-Taubah : 36 ),

Dalam kitab (DUROTUNNAASSIHIIN) di ceritakan kata rajab itu ada tiga huruf,

ARTINYA:

Sesungguhnya rajab itu ada 3 huruf: RA nya menunjukan Rohmatulloh (Rohmat Allah), JIM nya Jirmul Abdi (Dosa Hamba), BA nya Birilah hita`ala (Kebaikan Allah), Seraya allah berkata hai...! Hambaku aku menjadikan dosa dosamu antara kebaikanku dan rahmatku, maka bersih dosa dosa mu karna kemulyaan bulan rajab,

Dan bulan rajab disebut juga bulan ashom (Bulan tuli) kenapa disebut bulan ashom? (tuli) karena rajab tidak pernah mendengar kemaksiatan dia hanya mendengar kebaikan, berikut ini adalah hadits hadits yang berkaitan dengan bulan rajab :

HADITS HADITS YANG BERKAITAN DENGAN BULAN RAJAB

ARTINYA:

Sesungguhnya rajab itu bulan allah dan sya`ban itu bulan ku, dan romadhon itu bulan umatku,

Abi hurairah berkata : Sesungguhnya nabi saw tidak pernah berpuasa sesudah romadhon kecuali bulan rajab dan sya`ban

Dari Aisyah, Aisyah berkata : Nabi (saw) bersabda, semua manusia kelaparan hari qiamah, kecuali para nabi dan ahli para nabi dan orang yang berpuasa bulan rajab dan sya`ban dan romadhon, maka semuanya pada kenyang dan tidak dahaga,

ARTINYA :

Dari anas RA... Nabi (saw) bersabda disurga itu ada sungai namanya rajab warnanya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, siapa orang yang puasa sehari dibulan rajab maka allah akan memberi minuman dari sungai itu.

Menurut imam AHMAD, makruh puasa sebulan rajab penuh menurut UMAR BIN ABAS tidak makruh kalau disambung dengan bulan lainnya, Imam ALMAWARDI berkata dalam kitab ALIQNA disunahkan puasa bulan rajab dan sya`ban.

NIAT PUASA DIBULAN RAJAB

ARTINYA:

Saya niat puasa hari esok dibulan rajab sunat karena allah ta`ala

AMALAN DIBULAN RAJAB

Tidak ada hadits yang meng khususkan amalan di bulan rajab, karena rajab itu bulan haraam (yang dimulyakan) maka banyak dikalangan umat islam yang mengamalkan amalan, keta`atan, ada yang baca qur`an, baca sholawat, tahlil, dan ada juga yang tanggal 1 sampai tanggal 10 baca tasbih 100x, berikut ini adalah bacaan tasbihnya,

Tanggal 1 sampai 10 Dibaca sehari semalam 100x

Tanggal 11 sampai 20 Dibaca sehari semalam 100x

Tanggal 21 sampai 30 Dibaca sehari semalam 100x

Nah untuk setiap 100x kali tasbih dari masing masing tanggal ditutup dengan membacakan doa berikut ini

Ya Allah berkahilah kami di bulan rajab dan sya`ban dan pertemukanlah kami dengan bulan ramadhan.

Nah itulah pembahasan seputar bulan rajab dari fadilah, keutamaan, ke istimewaan, dan amalannya yang dapat saya bagikan disini, mudah mudahan apa yang kami tulis disini bisa bermanfaat bagi sahabat semuanya, terutama bagi yang sedang belajar, untuk teman teman jangan sungkan jika ingin bertanya kepada kami, teman teman bisa mengunjungi link fanspage facebook yang ada di sidebar blog ini, disana teman teman bisa mengirimkan pesan kepada kami melalui button massage, jangan lupa like juga ya fanspage nya, akhirkata saya ucapkan wassalam.

sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/11/puasa-bulan-rajab-niat-fadilah.html

Dikirim pada 12 November 2018 di Doa


Oke, salam GGWP Guys, emmh banyak game dijaman sekarang mampu membuat pemainnya kecanduan, bagai mana tidak, dijaman ini game-game yang dikeluarkan oleh para pembuat game sangat lah bagus, game yang dapat memanipulasi pemain seperti sedang berada di arena permainan, dan game yang mulai ramai di perbincangkan saat ini adalah game PUBG mobile, bagai mana bisa, ya karena game ini mampu membuat para pemain terpukai hebat, dengan grafik yang cukup memuaskan para pemain sehingga mampu membuat pengalaman bermain yang cukup real ini menjadikan game ini bisa mengeruk user sangat banyak, termasuk juga saya, saya juga adalah salah satu user dari game ini, oh ia jika teman-teman mau add saya silahkan add id saya yang ada di bawah artikel, ok kita langsung saja menuju pembahasan utama dari artikel ini.

tips bermain PUBG Mobile
Hal yang pertama ketika kita masuk ke game ini kita akan dihadapkan dengan halaman user kita dimana kita dapat mengolah informasi chat dengan teman dan yang lainnya, mengatur combo dan masih banyak lagi, sebelum kita siap untuk turun ke pertempuran sebenarnya.

1. Jika kita telah siap untuk terjun ke pertempuran hal yang pertama yang kalian jumpai kalian akan dikumpulkan pada pulau kecil, disana kita menunggu user lain sampai jumlah user menemui titik temu 100 user, barulah kita akan di berangkatkan ke pulau utama untuk berperang melawan user lain,
2. jika kalian masih baru dalam bermain game ini, alangkah baikknya kalia memilih tempat yang sepi untuk pendaratan, biasanya tempat yang sepi berada di pinggiran pulau, namun jika kalian mendarat di tempat yang ramai maka disana kalian akan langsung menemukan peperangan dengan user lain, persiapkan mental hahaha,
3. Ketikan kalian sudah mendarat carilah rumah untuk mencari bahan dan senjata yang di perlukan untuk berperang, alat pertahanan seperti baju anti perulu dan helmet
4. Usahakan tetap waspada liat sekeliling kalian apakah ada musuh atau tidak,
5. Tetaplah berlari dan jangan sekali-kali terdiam di tempat yang terbuka, karena bisa jadi kalian sedang di awasi oleh para sniper PRO dari jarak jauh, tetaplah bergerak dan cari tempat untuk bersembunyi sekaligus memantau kelengahan musuh,
6. Tetap perrhatikan PETA, dalam peta teman-teman bisa melihat pergerakan musuh yang dekat dengan kita dari langkah kakinya, karena langkah kaki musuh akan terlihat di peta ketika musuh berjarak -+5 metrer
7. Masih perhatikan MAP, di map ini kita bisa memantau BLUE zone yang sedang berjalan, nah tugas kawan-kawan adalah untuk menhindari blue zone ini, karena jika terkena blue zone darah kalian akan berkurang sedikit demi sedikit,
8. Masih perhatikan MAP, Di map ini kalian juaga bisa melihat zona merah tanda bom turun dari atas, hindari jona merah tersebut, biasanya zona merah ini diturunkan secara acak,
9. Bergegaslah menuju SAVE ZONE agar teman-teman terhindar dari ganasnya blue zone blue jone ini akan mengecil seirig berjalannya waktu untuk mempersempit tempat sehingga user akan saling bertemu di titik save jone dan berperang satu sama lain
10. Bermainlah dengan hebat agar kemenakangan chicken diner menjadi milik kalian.
tonton selengkapnya disini https://www.youtube.com/channel/UCQ3S--a5toX6V_OUrhylqGw

Dikirim pada 16 Agustus 2018 di Doa


Surat At-Takwir سورة التكوير

Surat At-Takwir yang artinya "Menggulung" adalah surat ke 81 dalam Al-Qur`an yang terdiri atas 29 ayat, Surat ini termasuk kepada golongan surat makkiyyah, dan dapat kita lihat pada juz 30 dalam Al-Qur`an, Berikut kami sajikan Bacaan dan terjemaahan surat At-Takwir dalam bahasa indonesia,


بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
"Bismillahirrahmanirrahiim"

إِذَا ٱلشَّمۡسُ كُوِّرَتۡ ١
"Idzaasy syamsukuwwirat"

وَإِذَا ٱلنُّجُومُ ٱنكَدَرَتۡ ٢
" Waidzaannujumungkadarat"

وَإِذَا ٱلۡجِبَالُ سُيِّرَتۡ ٣
"Waidzal jibaalusuyyirat"

وَإِذَا ٱلۡعِشَارُ عُطِّلَتۡ ٤
"Waidzal isyaa ru uth thilat"

وَإِذَا ٱلۡوُحُوشُ حُشِرَتۡ ٥
"Waidzaal wuhuusyu husyirat"

وَإِذَا ٱلۡبِحَارُ سُجِّرَتۡ ٦
"Waidzal bihaarusujjirat"

وَإِذَا ٱلنُّفُوسُ زُوِّجَتۡ ٧
"Waidzaannufuu suzuwwijat"

وَإِذَا ٱلۡمَوۡءُۥدَةُ سُئِلَتۡ ٨
"Waidzaal mau`udatu su`ilat"

بِأَيِّ ذَنۢبٖ قُتِلَتۡ ٩
"Bi ayyidzambing qutilat"

وَإِذَا ٱلصُّحُفُ نُشِرَتۡ ١٠
"Waidzaash shuhufunu syirat"

وَإِذَا ٱلسَّمَآءُ كُشِطَتۡ ١١
"Waidzaas samaa ukusyithat"

وَإِذَا ٱلۡجَحِيمُ سُعِّرَتۡ ١٢
"Waidzaal jahiimusu---u/u-- --u/u--rat"

وَإِذَا ٱلۡجَنَّةُ أُزۡلِفَتۡ ١٣
"Waidzaaljannatu uzlifat"

عَلِمَتۡ نَفۡسُُ مَّآ أَحۡضَرَتۡ ١٤
"Alimat nafsummaa ahdharat"

فَلَآ أُقۡسِمُ بِٱلۡخُنَّسِ ١٥
"Falaa uqsimubiljunnas"

ٱلۡجَوَارِ ٱلۡكُنَّسِ ١٦
"Aljawaarilkunnas"

وَٱلَّيۡلِ إِذَا عَسۡعَسَ ١٧
"Wallaili idzaa as as"

وَٱلصُّبۡحِ إِذَا تَنَفَّسَ ١٨
"Wash shubhi idzaa tanaffas"

إِنَّهُۥ لَقَوۡلُ رَسُولٖ كَرِيمٖ ١٩
"Innahulaqaulعrasuuling نariim"

ذِي قُوَّةٍ عِندَ ذِي ٱلۡعَرۡشِ مَكِينٖ ٢٠
"Dzii quwwatin --u/u--ngda dzil arsyi makiin"

مُّطَاعٖ ثَمَّ أَمِينٖ ٢١
"Muthaa --u/u--ngtsamma amiin"

وَمَا صَاحِبُكُم بِمَجۡنُونٖ ٢٢
"Wamaa shaa hibukum bimajnuun"

وَلَقَدۡ رَءَاهُ بِٱلۡأُفُقِ ٱلۡمُبِينِ ٢٣
"Walaqad ra aahubil ufuqil mubiin"

وَمَا هُوَ عَلَى ٱلۡغَيۡبِ بِضَنِينٖ ٢٤
"Wamaa huwa alal ghaibi bidhaniin"

وَمَا هُوَ بِقَوۡلِ شَيۡطَٰنٖ رَّجِيمٖ ٢٥
"Wamaa huwa biqauli syaithanirrajiim"

فَأَيۡنَ تَذۡهَبُونَ ٢٦
"Fa ainatadz habuun"

إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرُُ لِّلۡعَٰلَمِينَ ٢٧
"Inhuwa illaa dzikrullil aalamiin"

لِمَن شَآءَ مِنكُمۡ أَن يَسۡتَقِيمَ ٢٨
"Limang syaa amingkum ayyastaqiim"

وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢٩
"Wamaa tasyaa uw na illaa ayyasyaa Allaahurabbul aalamiin"

Informasi Surat At-Takwir,
Bacaan Surat At-Takwir
"Bismillahirrahmanirrahiim"
Bacaan Surat At-Takwir

"Bismillahirrahmanirrahiim"
"Idzaasy syamsukuwwirat"
"Waidzaannujumungkadarat"
"Waidzal jibaalusuyyirat"
"Waidzal isyaa ru uth thilat"
"Waidzaal wuhuusyu husyirat"
"Waidzal bihaarusujjirat"
"Waidzaannufuu suzuwwijat"
"Waidzaal mau`udatu su`ilat"
"Bi ayyidzambing qutilat"
"Waidzaash shuhufunu syirat"
"Waidzaas samaa ukusyithat"
"Waidzaal jahiimusu---u/u-- --u/u--rat"
"Waidzaaljannatu uzlifat"
"Alimat nafsummaa ahdharat"
"Falaa uqsimubiljunnas"
"Aljawaarilkunnas"
"Wallaili idzaa as as"
"Wash shubhi idzaa tanaffas"
"Innahulaqaulعrasuuling نariim"
"Dzii quwwatin --u/u--ngda dzil arsyi makiin"
"Muthaa --u/u--ngtsamma amiin"
"Wamaa shaa hibukum bimajnuun"
"Walaqad ra aahubil ufuqil mubiin"
"Wamaa huwa alal ghaibi bidhaniin"
"Wamaa huwa biqauli syaithanirrajiim"
"Fa ainatadz habuun"
"Inhuwa illaa dzikrullil aalamiin"
"Limang syaa amingkum ayyastaqiim"
"Wamaa tasyaa uw na illaa ayyasyaa Allaahurabbul aalamiin"
Terjemaahan Surat At-Ta

Dikirim pada 10 Agustus 2018 di Doa


SURAT AL-KAHFI

Surat al-kahfi adalah surat ke 18 dalam Al-Quran yang terdiri atas 110 ayat, ada beberapa tahap dari penyajian artikel surat al-kahfi ini, yang pertama saya urutkan dari bacaan arabnya, yang kedua latinnya, dan yang ketiga artinya, yang ke empat manfaat keagungan surat al-kahfi, nah, bagi yang sedang mencari latin dan artinya silahkan scrol saja kebawah ya.

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM

ALHAMDULILLAHILLADZII ANGZALA ALAA ABDIHIL KITAABA WALAM YAJ`AL LAHUU IWAJAA, QOYYIMALLIYUNGDZIRO BASANG SYADIIDAM MILADUNHUWAYUBASYIROL MU`MINIINAL LADZIINA YA`MALUU NASHOOLIHAATI ANNALAHUM AJRON HASANAA, MAAKITSIINA FIIHI ABADAN, WAYUNGDZIROL LADZIINA QOOLUUT TAKHODZALLOOHU WALADAN, MAALAHUM BIHII MIN ILMIW WALAA ILAA BAA IHIM, KABUROT KALIMATANG TAKHRUJU MIN AFWAAHIHIM, IYYAQUULUUNA ILLAA KADZIBAN, FALA`AL LAKA BAAJI`UNNAF SAKA ALAA AATSAARIHIM ILLAM YU MINUU BIHAADZAL HADIITSI ASAFAN, INNAA JA`ALNAA MAÁLAL ARDHI DZIINATAL LAHAA LINAB LUWAHUM AYYUHUM AHSANU AMALAA, WAINNALAJAA ILUUNA MAA`ALAIHAA SHO`IIDANG JURUZDAA, AMHASIBTA ANNA ASHAABAL KAHFI WARROQIIMI KANUU MIN AA YAA TINAA AJABAN, IDZ AWALFITCNATU ILALKAHFI FAQOOLUU ROBBANAA AATINAA MILLADUNGKA ROHMATAW WAHAYYI LANAA MIN AMRINAA ROSYADAN

FADHOROBNAA ALAA AADZAANIHIM FILKAHFI SINIINA ADADAN, TSUMMA BA`ATSNAAHUM LINA`LAMA AYYUL HIDZ BAINI AHSHOOLIMAA LABITSUU AMADAN, NAHNU NAQUSHU ALAIKA NABA`AHUM BILHAQQI, INNAHUMFITCYATUN AAMANU BIROB BIHIM WAZIDNAAHUM HUDAA, WAROBATH NAA ALAA QULUUBIHIM IDZQOOMUU FAQOOLUU ROBBUNAA ROBBUSSAMAA WAATI WAL ARDHI LANAD`U WA MINGDUNIHI AALIHATAN, LAULAA YA`TUUNA ALAIHIM BISULTHONIM BAYYINI, FAMAN AZH LAMU MIMMANIF TAROO ALALOOHI KADZIBAN, WAIDZI`TAROLTUMUU HUM WAMAA YA`BUDUU NA ILLAALLOOHA FA`A WUUILAL KAHFI YANGSURLAKUM ROBBUKUM MIRROHMATIHI WAYUHAYYI LAKUM MIN AMRIKUM MIRFAQOO, WATAROSY SYAMSA IDZAA THOLA`AT TAZAAWARU ANGKAHFIHIM DZAATAL YAMIINI WAIDZAA GHOROBAT TAQRIDHUHUM DZAATASY SYIMALI WAHUM FIIFAJWATIM MINHU, DZAALIKA MIN AAYAATILLAH, MAYYAHDILLAHU FAHUAL MUHTADI, WAMAYYUDHLIL FALANGTAJIDA LAHUU WALIYYAM MURSYIDAA, WATAHSABUHUM AYQOTHON WAHUM RUQUUD, WANUQOLLIBUHUM DZAATAL YAMIINI WADZATASY SYIMALI, WAKALBUHUM BAASITUNG DZIROO AIHIBILWASIIDI, LAWITHO LA`TA ALAIHIM LAWALLAITA MINHUM FIROOROW WALAMULI`TA MINHUM RU`BAN, WAKADZAALIKA BA ATS NAAHUM LIYATASAA ALUU BAINAHUM, QOOLA QOOILUM MINHUM KAMLABITSTUM, QOOLUU LABITSNAA YAUMAN AUBA`DHOYAUMIN, QOOLUUROBBUKUM A`LAHUM BIMAA LABITSTUM FABATSUUAHADAKUM BIWARIKIKUM HAADZIHI ILALMADII NATI FALYANGZHUR AYYUHAA AZKAA THO `AAMANG FAL YA`TIKUM BIRIZKIM MINHUWAL YATALATHOF WALAA YUSY IRO NNA BIKUM AHADAN, INNAHUM IYYAZH HARUU ALAIKUM YARJUMUUKUM AU YU`II`DUU KUM FII MILLATIHIM WALANGTUFLIHUU IDZAA ABADAA

WAKADZAALIKA A`TSARNAA A`LAIHIM LIYAGHLAMUU ANNA WA`DALLOOHI HAQQUWWA ANNASSAA A`TALAAROIBA FIIHAA IDZ YATANAA ZA U`NABAINAHUM AMRUHUM, FAQOOLUUBNUU A`LAIHIM BUNYAANAA, ROBBUHUM A`LAMU BIHIM QOOLALLADZIINA GHOLABUU A`LAA AMRIHIM LANATTAKHIDZANNA A`LAIHIM MASJIDAN, SAYAQUULUUNA TSALAATSATURROOBI `UHUM KALBUHUM WAYAQUULUUNA KHOMSATUS SAADISUHUM KALBUHUK ROJMAM BIL GHOIB, WAYAKUULUUNA SAB A`TUWWATS TSAAMINUHUM KALBUHUM, QURROBBII A`LAMU BI`ÍDDATIHIMMAA YA`LAMUHUM ILLAA QOLIIL, FALAATUMAARIFIIHIM ILLAA MIROO ADZ DZOOHIROWWALAA TASTAFTIFIIHIM MINHUM AHADAN, WALAA TAQUULANAA LISYAA IN INNNI FAAÍLUDZ DZAALIKA GHODAN, ILLAA AYYASYAA ALLOOH, WADZ KURROBBAKA IDZAA NASIITA WAQUL `ASAA AY YAHDIYANI ROBBI LI AQROBAMIN HAADZA ROSYADAN, WALABITSUU FII KAHFIHIM TSALAATSA MI ATIS SANIINA WAZDAADUU TIS `AAN, QULILLAAHU A`LAMUBIMAA LABITSUU LAHUU GHOIBUS SAMAA WAATI WAL ARDHI, ABSHIRBIHI WA ASMI`, MAALAHUM MINGDUUBIHI MIW WALIYYIIW WALAA YUSYRIKU FIIHUKMIHII AHADAN, WATCLU MAA UUHIYA ILAIKA MIN KITAABI ROBBIKA, LAAMUBADDILA LIKALIMAATIHI WALANGJIDA MINGDUU BIHI MULTAHADAN, WASH BIR NAFSAKA MA`ALLADZIINA YADÚUNA ROBBAHUM BIL GHODAATI WAL A`SYIYYI YURIIDUUNA WAJHAHUU, WALAATA`DU AINAA KA ANHUM TURIIDU ZIINATAL HAYAATID DUNNYAA, WALAATUTHI`MAN AGH FAL NAA QOLBAHUU ANGDZIKRINAA WATTABA`A HAWAAHU WAKANA AMRUHUU FURUTHON, WAQULIL HAQQU MIRROBBIKUM FAMANG SYAA`AFALYU MIW WAMANGSYAA`A FALYAQFUR, INNAA A`TAD NAA LIZHOOLIMIINA NARRON AHAATHOBIHIM SUROODI QUHAA WAIYYASTAGH GHIITSUU YUGHOOTSUUBIMAA INGKAL MUHLIYASY WIIL WUJUUH, BI`SASY SYAROO BUWASAA ATMURTAFAQOON, INNALADZIINA AAMANUU WA`AMILUUSH SHOOLIHAATI INNAA LAANUDHII`U AJROMAN AHSANA AMALAN,

UULAA IKA LAHUM JANNAATU `ADNITAJRII MINGTAH TIHIM MUL ANHAARU YUHALLAUNA FIIHAA MIN ASAAWIRO MINGDZAHABIW WAYALBASUUNA TSIYAA BAN KHUDHROM MING SUNGDUSIW WA ISTABROQIM MUT TAKI IINAFIIHAA `ALAL AROOIKI, NI`MATS WAABU WAHASUNATC MURTAFAQON, WADRIBLAHUM MATSASALARROJULAINI JA`ALNAA LI AHADIHIMAA JANNATAINI MIN A`NAABIW WAHAFAFNAA HUMAA BINAKHLIIW WAJA ALNAA BAINAHUMAA ZAR `AAN, KILTAAL JANNATAINI AATAT UKULAHAA WALAM TADZLIM MINHU SYAI AN,WAFAJARNAA KHILAALAHUMAA NAHARON, WAKANA LAHUU TSAMARUNG FAQOOLA LISHOOHIBIHI WAHUWA YUHAA WIRUHUU ANAA AKSARU MING KAMAALAW WA A `AZZUNA FARON, WADAKHOLA JANNATAHUU WAHUWA ZHOOLIMUL LINAFSIHI QOOLA MAA ZHUNNU ANGTABIIDA HAADZIHII ABADAN, WAMAA AZHUNNUS SAA `ATA QOO IMATAW WALA IR RUDIT TU ILAA ROBBI LA AKHIDANNA KHOIROM MIN HAA MUNG FALABAN, QOOLA LAHUU SHOO HIBUHUUWAHUWA YUHAA WIRUHUU AKAFARTA BIL LADZII KHOLAQOKA MING TUROOBING TSUMMA MINNUTH FATING TSUMMA SAWWAA KA ROJULAN, LAAKINNA HUWALLOHUROBBI WALAA USY RIKU BIROBBII AHADAN, WALAULANAA INDZ DAKHOLTA JANNATAKA QULTAMAA SYAA ALLOOHU LAA QUW WATA ILLAA BILLAH, ING RONI ANAA AQOLLA MINGKA MAALAA WAWALADAN, FA `ASAAROBBII AYYU`TIYANI KHOIROM MINGJANNATIKA WAYUR SILA ALAIHAA HUSBAA NAM MINAS SAMAA I FATUSH BIHA SHOÍIDAZALAQON,

AW YUSH BIHA MAA UHAA GHOW RONGFALANG TAS TA THII `ALAHUU THOLABAN, WA U HIITHO BITSAMARIHI FA ASHBAHA YUQOLLIBU KAFFAIHI `ALAA MAA ANGFAQO FIIHAA WAHIYA KHOOWIYATUN `ALAA `URUU SYIHAA WAYAQUULU YAA LAITANI LAM USYRIKBIROBBII AHADAN, WALAM TAKUL LAHUU FI ATUYYANG SHURUU NAHUU MING DUUNILLAAHI WAMAA KANA MUNGTASHIRON, HUNAA LIKAL WALAAYATU LILLAHIL HAQ, HUWA KHOIRUTS TSAWAABAW WAKHOIRUN `UQBAN, WADH RIB LAHUM MATSALAL HAYAATID DUNYAA KAMAA IN ANGZALNAAHU MINAS SAMAA I FAKHTALATHO BIHI NABAATUL ARDHI FA ASHBAHA HASYIIMANG TADZ RUUHUR RIYAAH, WAKANALLOHU `ALAAKULLI SYAI IM MUQTADIRRON, ALMAALU WALBANUUNA ZIINATULHAYAATID DUNYAA, WALBAAQIYAA TUSH SHOOLIHAATU KHOIRUN `INGDAROBBIKA TSAWAABAW WAKHOIRU AMALAN, WAYAUMA NUSAYYIRUL JIBAALA WATAROL ARDHU BAARIZATAW WAHASYARNAAHUM FALAM NUGHOODIR MINHUM AHADAN, WA `URI DHUU `ALAAROBBIKA SHOFFALLAQOD JI`TUMUUNAA KAMAA KHOLAQNAA KUM AWWALA MARROTIM BALZA `AMTUMALLANNAJ `ALALAKUM MAU `IDAN, WAWUDHI `ALKITAABU FATAROL MUJRIMIINA MUTSFIQIINA MIMMAA FIIHI WAYAQUULUUNA YAAWAILATANAA MAALIHAA DZAL KITAABI LAA YUGHOO DIRU SHOGIIROTAW WALAA KABIIROTAN ILLAA AHSHOOHAA WAWAJADUU MAA `AMILUU HAADHIRON, WALAA YAZH LIMUROBBUKA AHADAN, WA IDZ QUL NAA LIL MALAA IKATIS JUDUU LI ADAMA FASAJADUU ILLAA IBLIISAKANA MINALJINNI FAFASAQO `AN AMRI ROBBIH, AFATAT YAKHIDZUUNAHUU WADZURROYYATAHUU AWLIYAA A MINGDUUNI WAHUM LAKUM `ADUWWUM, BI` SALIZH ZHOOLIMIINA BADALAN,

MAA ASY HATTUHUM KHOLQOS SAMAA WAATI WAL ARDHI WALAA KHOLQO ANGFUSIHIM WAMAA KUMGTU MUTTAKHIDZAL MUDHILLIINA `A DHUDAN, WAYAUMA YAQUULU NAA DUU SYUROKAA IYAL DZIINA ZA `AMTUM FADA AUHUM FALAM YASTAJIIBUULAHUM WAJA `ALNAA BAINAAHUM MAUBIQON, WARO AL MUJRIMUUNANNAARO FAZHONNUU ANNAHUM MUWAAQI `UUHAA WALAM YAJIDUU `ANHAA MASHORIQON, WALAQOD SHORROFNAA FII HAADZAAL QUR AANI LINNAASI MINGKULLI MASAL, WAKANAL INGSAANU AKTSARO TSAI INGJADALAN, WAMAA MANAA `ANNAASA AYYU` MINUU IDZ JAA AHUMULHUDAA WAYAS TAGFIRUU ROBBAHUM IL LAA ANGTA`TIYAHUM SUNNATUL AWWALIINA AW YA`TIYAHUMUL `ADZAABU QUBULAN, WAMAA NUR SILUL MURSALIINA ILLAA MUBASY SYIRIINA WAMUNGDZIRIIN, WAYUJAADILULLADZIINA KAFFARUU BILLBAATHILI LIYUD HIDHUUBIHIL HAQ, WATTAKHODUU AAYAATI WAMAA UNGDZIRUU HUZUWAN, WAMAN AZHLAMU MIMMANG DZUK KIRO BI AAYAATI ROBBIHI FA A`RODHO `ANHAA WANASIYAMAA QODDAMATC YADAAH, INNAA JA ALNAA `ALAAQULUU BIHIM AKINNATAN AYYAFQOHUU HU WAFII AADZAANIHIM WAQRON, WAINGTAD `UHUM ILALHUDAA FALAYYAHTADUU IDZAN ABADAN, WAROBBUKAL GHOFUURUDZUUR ROHMATI, LAW YU AA JIDZUHUM BIMAA KASABUU LA `AJ JALA LAHUMUL `ADZAAB, BALLAHUM MAU `IDULLAYYAJIDUU MINGDUUBIHII MAU ILAAN, WATILKAL QUROO AHLAKNAAHUM LAMMAA ZHOLAMUU WAJA `ALNAA LIMAHLIKIHIM MAU ÍDAN, WAIDZ QOOLA MUUSAA LIFATAAHU LAA ABROHU HATTAA ABLUGHO MAJMA `ALBAHROINI AW AMDHIYA HUQUBAN,

FALAMMAA YALAGHOO MAJMA `ABAINIHIMAA NASIYAA HUUTAHUMAA FATTAKHODZA SABIILAHUU FIILBAHRI SAROBAN, FALAMMAA JAAWAZAAQOOLA LIFATAAHU AATINAA GHODAA ANAA LAQOD LAQIINAA MINGSAFARINAA HAADZAA NASHOBAN, QOOLA ARO AITA IDZ AWAINAA ILASH SHOKH ROTI FA INNI NASIITUL HUUTA WAMAA ANGSAANIIHU ILLASY SYAITHOONU AN ADZKUROHUU, WATTAKHODZA SABIILAHUU FILBAHRI `AJABAN, QOOLA DZAALIKA MAA KUNNAA NABGHI, FARTADZAA `ALAA AATSAARIHIMAA QOSHOSHON, FAWAJADAA `ABDAMMIN `IBAADINAA AATAINAAHU ROHMATAM MIN `INGDINAA WA ALLAMNAAHU MILLADUNNAA `ILMAN, QOOLALAHUU MUUSAA HAL ATTABI `UKA ALAA ANGTU `ALLIMANI MIMMAA `ULLIMTA RUSYDAN, QOOLA INNAKA LANGTASTATHII `AMA `IYA SHOBRON, WAKAIFATASH BIRU `ALAA MAA LAM TUHITH BIHII KHUBRON, QOOLA SATAJIDUNII INGSAA ALLOOHU SHOOBIROW WALAA `ASHII LAKA AMRON, QOOLA FA INITTABA`TANII FALAA TAS ALNII `ANGSYAI IN HATTAA UH DITSA LAKA MINHU DZIKRON,

FANGTHOLAQOO HATTAA IDZAAROKIBAA FISSAFIINATI KHOROQOHAA, QOOLA AKHOROQTAHAA LITUGH RIQO AHLAHAA LAQOD JI TA SAIAN IMRON, QOOLA ALAM AQUL INNAKA LANGTATHII `U MA `I YASHOBRON, QOOLA LAA TU AA KHIDZ NII BIMAA NASIITU WALAA TURHIQNII MIN AMRII `USRON, FANG THOLAQOO HATTAA IDZAALAQIYAA GHULAAMANG DAQOTALAHUU QOOLA AQOTALTA NAFSANG ZAKIYYATAM BIGHOIRI NAFSIL LAQOD JI TA SYAI AN NUKRON, QOOLA ALAM AQUL LAKA INNAKA LANGTAS TATHII `AMA `IYA SHOBRON,QOOLA INGSA ALTUKA ANGSAI IM BA`DAHAA FALAA TUSHOO HIBNII QOD BALAGHTA MILLADUNNII `UDZRON, FANGTHOLAQOO HATTAA IDZAA ATAIYAA AHLAQORYATING TATH `AMAA AHLAHAA FA ABAU AYUDHOYYIFUUHUMAA FAWAJADAA FIIHAA JIDAAROY YURIIDU AYYANGQODHOO FA AQOO MAHUU, QOOLA LAUSYI TA LATTAKHODZ TA ALAIHI AJRON, QOOLA HAADZAA FIROOQU BAINII WABAINIKA SA UNABBI UKA BITA WIILI MAA LAM TAS TATHI` ALAIHI SHOBRON, AMMASSAFIINATU FAKANATC LIMASAAKIINA YA`MALUUNA FILBAHRI FA AROT TU AN A `IIBAHAA WAKAANA WAROO AHUM MALIKUY YA`KHUDZUKULLA SAFIINATING GHOSHBAN, WA AMMALGHULAAMU FAKANA ABAWAA HU MU MINAINI FAKHOSIINAA AYYURHIQOHUMAA THUGH YAANAW WAKUFRON,

FA AROD NAA AYYUBDI LAHUMUMAA ROBBUHUMAA KHOIROM MINHU ZAKAATAW WA AQROBA RUHMAN, WA AMMAL JIDAA RUFAKANA LIGHULAAMAINI YATIIMAINI FIL MADIINATI WAKANA TAHTAHUU KANGZAHUMAA ROHMATAMMIRROBBIK, WAMAA FA `ALTUHUU `AN AMRII, DAALIKA TA WIILU MAALAM TAS THI` `ALAIHI SHOBRON, WAYAS ALUUNAKA ANGDZILQORNAIN, QUL SA ATLUU `ALAIKUM MINHUDZIKRON, INNAA MAKKANNAALAHUU FIL ARDHI WA AATAINAAHU MINGKULLI SYAI ING SABABAN, FA ATCBA `A SABABAN, HATTAA IDZAABALAGHO MAGHRIBASY SYAMSI WAJADAHAA TAGHRUBU FI AININ HAMI ATIWWAWAJADA `INGDAHAA QOUMAN, QULNAA YAADZALQORNAINI IMMAA ANGTU `ADZIBA WAIMMAA ANGTAT TAJIDZAFIIHIM HUSNAN, QOOLA AMMAA MANGZHOLAMA FASAUFA NU `ADZIBUHUU TSUMMA YURODDU ILAAROBBIHI FAYU `ADZIBUHUU `ADZAABANNUKRON, WA AMMAA MAN AAMANA WA `AMILA SHOOLIHAN FALAHUU JAZAA ALHUSNAA WASANAQUULULAHUU MIN AMRINAA YUSRON, TSUMMA ANGTABA `ASABABAN, HATTAA IDZAA BALAGHO MATH LI `ASY SYAMSI WAJADAHAA TATHLU `U `ALAA QOUMILLAM NAJ `ALHUM MINGDUUNIHAA SITRON,

KADZAALIKA, WAQOD AHATHNAA BIMAA LADAIHI KHUBRON TSUMMA ATCBA `A SABABAN, HATTAA IDZAA BALAGHOBAINAS SADDAINI WAJADA MINGDUUNIHIMAA QOUMAL LAAYAKAA DUUNA YAFQOHUUNA QOULAN, QOOLUU YAADZAL QORNAINI INNAYA JUU JAWAMA JUUJA MUFSIDUUNA FIL ARDHI FAHAL NAJ `ALU LAKA KHORJAN ALAA ANGTAJ `ALABAINANAA WABAINAHUM SADDAN, QOOLA MAA MAKKANNII FIIHI ROBBI KHOIRUNG FA A `IINUUNII BIQUW WATIN AJ `AL BAINAKUM WABAINAHUM RODMAN, AATUUNII ZUBAROL HADIID, HATTAA IDZAA SAAWAA BAINASH SHODAFAINI QOOLANG FUKHUU, HATTAA IDZAA JA `ALAHUU NAARON QOOLA AATUU NII UFFRIGH `ALAIHI QITHRON, FAMAS THOO `UU AYYAZH HARUUHU WAMAS TA THOO `UU LAHUU NAQBAN, QOOLA HAADZAAROHMNATUMMIRROBBII, FA IDZAA JAA AWA`DUROBBII JA `ALAHUU DAKAA A, WAKANAWA `DU ROBBIHAQQON, WATAROKNAA BA`DHOHUM YAUMA IDZIY YAMUU JUFII BA`DHIN, WANUFI KHOFISHUURI FAJAMA `NAHUM JAM `AN, WA `ARODH NAA JAHANNAMA YAUMA IDZIL LIL KAAFIRIINA `ARDHON,

ALLADZIINA KANATC A`YUNUHUM FIGHITHOO IN `ANGDZIKRII WAKANUU LAA YAS TATHII `UUNA SAM AN, AFAHASIBALLADZIINA KAFARUU AYYAT TAHIDZUU IBAA DII MKINGDUUNII AULIYAA A, INNAA A`TADNAA JAHANNAMA LILKAAFIRIINA NUJULAN, QUL HALNUNABBI UKUM BIL AKH SARIINA A`MAALAN, ALLADZIINA DHOLLA SA `YUHUM FIIL HAYAATID DUNYAA WAHUM YAHSABUUNA ANNAHUM YUHSINUUNA SHUN AN, ULAA IKALLADZIINA KAFARUU BI AAYAATI ROBBIHIM WALIQOOBIHI FAHABITHOTC A`MAALUHUM FALAA NUQIIMU LAHUM YAUMAL QIYAAMATI WAZANAN, DZAALIKA JAZAA UHUM JAHANNAMU BIMAA KAFARUU WATTAKHODZUU AAYAATI WARUSULII HUZUWAN, INNAL LADZIINA AAMANUU WA AMILUSH SHOOLIHAATI KANATC LAHUM JANNAATUL FIRDAUSI NUZULAN, KHOOLIDIINA FIIHAA LAAYABGUUNA `ANHAA HIWALAN, QUL LAUKANAL BAHRUMIDAADAL LIKALIMAATIROBBI LANAFIDAL BAHRU QOBLA ANGTANGFADA KALIMAATU ROBBI WALAU JI NAA BIMISLIHII MADADAN, QUL INNAMAA ANABASARUM MISLUKUM YUUHAA ILAYYA ANNAMAA ILAAHUKUM ILAAHUWWAA HIDUN, FAMANGKANA YARJUULIQOO AROBBIHII FAL YA MAL `AMALASH SHOOLIHAW WALAAYUSRIK BI `IBAADATI ROBBIHII AHADAM,

ARTINYA:

Dengan nama allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang
1. segala puji bagi allah yang telah menurunkan kitab Al-Quran kepada hambanya dan dia tidak menjadikannya bengkok 2. Sebagai bimbingan yang lurus untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisinya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukminyang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapatkan balasan yang baik 3. Mereka kekal didalamnya untuk selama lamanya 4. Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata allah mengambil seorang anak 5. Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitupula nenek moyang mereka. alangkah jeleknya kata kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka. 6. Maka barangkali engkau (muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran). 7. Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada dibumi sebagai penghisan baginya, untuk kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya. 8. Dan kami benar benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering. 9. apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda tanda (kebesaran) kami yang menakjubkan?. 10. (ingatlah) ketika pemuda pemuda itu berlindung kedalam gua lalu mereka berdoa, ya tuhan kami. berikanlah rahmat kepada kami dari sisimu dan sempurnakan petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.

11. Maka kami tutup telinga mereka di dalam gua itu, selama beberapa tahun, 12. kemudian kami bangunkan mereka, agar kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapalamanya mereka tinggal (dalam gua itu). 13. Kami ceritakan kepada (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada tuhan mereka, dan kami tambahkan petunjuk kepada mereka. 14. Dan kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri lalu mereka berkata, tuhan kami adalah tuhan langit dan bumi kami tidak menyeru tuhan selain dia. sungguh kalau kami berbuat demikian, tentu kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran." 15. Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan tuhan-tuhan (untuk disembah) selain dia. mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka)? maka siapakah yang lebih zolim daripada orang yang mengada adakan kebohongan terhadap allah? 16. Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain allah, maka carilah tempat berlindung kedalam guaitu, niscahya tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmatnya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu. 17. Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas didalam (Gua) itu. itulah sebagian dari tanda (kebesaran) allah. barang siapa diberi petunjuk oleh allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya. 18. Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka tidur; dan kami bolak balikan mereka kekanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. dan jika kamu menyaksikan mereka tentu kamu kan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka. 19. Dan demikian lah kami bangunkan mereka, agar di antara mereka saling bertanya. salah seorang di antara mereka berkata, "sudah berapa lama kamu berada (disini)?" mereka menjawab, kita berada (disini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali kali menceritakan hal mu kepada siapapun. 20. Sesungguhnya jika merka dapat mengetahui tempatmu, niscahya mereka akan melempari kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscahya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya."

21. Dan demikian (pula) kami perlihatkan (manusia) dengan merka, agar mereka tahu, bahwa janji allah benar, dan bahwa ( kedatangan) hari kiamat tidak ada keraguan padanya. ketika mereka berselisih tentang urusan mereka, maka mereka berkata, dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, tuhan mereka lebih mnegetahui tentang mereka. "Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, "kami pasti akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atasnya." 22. Nanti (ada orang yang akan) mengatakan, (jumlah mereka) tiga (orang), yang ke empat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, "(jumlah mereka) lima (orang), yang ke enam adalah anjingnya, "sebagai terkaan kepada yang ghaib; dan (yang lain lagi) mengatakan, "(jumlah mereka) tujuh (orang), yang kedelapan adalah anjingnya ."katakanlah (Muhammad), Tuhan kau lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit."karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang al mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapapun. 23. dan jangan sekali kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, "Aku pasti melakukan itu besok pagi," 24. Kecuali (dengan mengatakan), "Insya Allah."Dan ingatlah kepada tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, mudah-mudahan tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) dari pada ini." 25. Dan mereka tinggal dalam gua selama tigaratus tahun dan di tambah sembilan tahun. 26. katakanlah, "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); miliknya semua yang tersembunyi dilangit dan di bumi. Alangkah terang penglihatannya dan alangkah tajam pendengarannya; tidak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain dia; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutunya dalam menetapkan keputusan." 27. Dan bacakanlah (muhammad) apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab tuhanmu (Al-Quran). tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimatnya. dan engkau tidak akan menemukan tempat berlindung selain kepadanya. 28. Dan bersabarlah engkau (muhammad) bersama orang yang menyeru tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoannya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat kami, serta menuruti ke inginannya dan keadaanya sudah melewati batas. 29. DFan katakanlah (Muhammad), "kebenaran itu datangnya dari tuhan mu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir." Sesungguhnya kami telah menyediakan neraka bagi orang zolim, yang gejolaknya mengepung mereka. jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. 30. Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajiakn, kami tidak akan menyia nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.

31. Mereka itulah yang memperoleh surga dan yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; (dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dpan yang indah, (itulah) sebaik baiknya pahala, dan tempat istirahat yang indah; 32. Dan berikanlah (muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang (yang kafir) kami beri dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan diantara keduanya (kebun itu) kami buatkan ladang. 33. Kedua kebun itu menghasilkan (buahnya) sedikitpun, dan dicelah-celah kedua kebun itu kami alirkan sungai, 34. Dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika besar cakap-cakap dengan dia, "Hartakulebih banyak dari pada hartamu dan pengikutku lebih kuat." 35. Dan dia memasuki kebunnya dengan sikap merugikan dirinya sendiri(karena angkuh dan kafir); dia berkata, "aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, 36. Dan aku kira hari kiamat itu tidak akan datang, dan sekiranya aku di kembalikan kepada tuhanku, pasti kau kan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada ini." 37. Kawannya (yang beriman) barkata kepadanya sambil bercakap-cakap dengannya, "Apakah engkau ingkar kepadanya (Tuhan) yang menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari setetes air mani , lalu dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna? 38. Tetapi aku (percaya bahwa), Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan tuhanku dengan sesuatupun. 39. Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan "masya allah, laquwwata illa billah, (sungguh, atas kehendak allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu. 40. Maka mudah-mudahan tuhanku, akan memberikan kepadaku, (kebun) yang lebih baik dari kebun (ini); dan dia mengirimkan petir dari langit kekebunmu, sehingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin;

41. Atau airnya menjadi surut kedalam tanah, maka engkau tidak akan menemukannya lagi." 42. Dan harta kekayaannya di binasakan, lalu dia membolak baliakan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu , sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (para-para) lalu dia berkata, "Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan tuhanku dengan sesuatu pun." 43. Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolong nya selain allah; dan diapun tidak akan dapat membela dirinya. 44. Di sana, pertolongan itu hanya dari allah yang maha benar. Dialah (pemberi) pahala terbaik dan (pemberi) balasan terbaik. 45. Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yang kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh tumbuhan di bumi, kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah mahakuasa atas segala sesuatu. 46. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya disisi tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. 47. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka. 48. Dan mereka akan dibawa ke hadapan tuhanmu dengan berbaris. (allah berfirman), "Sesungguhnya kamu datang kepada kami, sebagai mana kami menciptakan kamu pada pertama kali; bahkan kamu menganggap bahwa kami tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (berbangkit untuk memenuhi) perjanjian." 49. Dan diletakanlah kitab(catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, "betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan catatan semuanya,"dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan tuhanmu tidak menzolimi seorang jua pun." 50. Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat, "sujudlah kamu kepada adam!"maka merekapun sujud kecuali iblis. dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah tuhannya. pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain aku, padahal mereka adalah musuh mu? sangat burukalh (iblis itu) sebagai pengganti (allah) bagi orang yang zolim.

51. Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan aku tidak menjadikan orang yang menyesatkan itu sebagai penolong. 52. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Dia berfirman, "panggilah olehmu sekutu sekutuku yang kamu anggap itu."mereka lalu memanggilnya, tetapi mereka (sekutu-sekutu) tidak membalas (sruan) mereka dan kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka). 53. Dan orang yang berdosa melihat neraka, lalu mereka menduga, bahwa mereka akan jatuh kedalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya. 54. Dan sesungguhnya kmi telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Quran ini dengan bermacam-macam perumpamaan. tetapi manusia memang adalah yang paling banyak membantah. 55. Dan tidak ada (sesuatu pun ) yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan memohon ampun kepada tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat yang terdahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata. 56. Dan kami tidak mengutus rasul-rasul melain sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan; tetapi orang yang kafir membantah dengan (cara) yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak (kebenaran), dan mereka menjadikan ayat-ayatku dan apa yang diperingatkan terhadap mereka sebagai oloh-olokan. 57. Dan siapakah yang lebih zolim daripadanya orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? sungguh, kami telah menjadikan hati mereka tertutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (kami letakan pula) sumbatan di telinga mereka. kendatipun engkau (Muhammad) menyeru mereka kepada petunjuk, niscahya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya. 58. Dan tuhanmu maha pengampun, memiliki kasih sayang. jika dia hendak menyiksa mereka karena perbuatan mereka, tentu dia akan menyegerakan siksa bagi mereka. tetapi bagi mereka ada waktu tertentu (untuk mendapat siksa) yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung darinya. 59. Dan (penduduk) negeri itu telah kami binasakan ketika mereka berbuat zolim, dan telah kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka. 60. Dan (ingatlah) ketika musa berkata kepada pembantunya, "Aku tidak akan berenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan bejalan (terus sampai) bertahun-tahun."

61. Maka ketika mereka sapai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengambil jalan ke laut itu. 62. Maka ketika mereka telah melewati (tempat itu), musa berkata kepada pembantunya, "Bawalah kemari makanan kita; sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini." 63. Dia (pembantunya) menjawab, "tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak ada yang membuat aku lupa untuk mengingatnya kecuali setan, dan (ikan) itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali." 64. Dan (musa) berkata, "itulah (tempat) yang kita cari. "lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula, 65. lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba kami, yang telah kami berikan rahmat kepadanya dari sisi kami, dan yang telah kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi kami. 66. Musa berkata kepadanya, "bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah di ajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?" 67. Dia menjawab, "Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku. 68. Dan bagai mana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup akan hal itu?" 69. Dia ( musa) berkata, "insya allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apapun." 70. Dia berkata, "Jika engkau mengikuti, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku menerangkannya kepadamu."

71. Maka berjalanlah keduanya, hingga ketika keduanya menaiki perahu lalu dia melubanginya. Dia (musa) berkata, mengapa engkau melubangi perahu itu, apakah untuk menenggelamkan penumpangnya? sungguh engkau telah membuat kesalahan yang besar. 72. Dia berkata, "bukankah sudah ku katakan, engkau tidak akan mampu bersabar bersamaku?" 73. Dia (musa) berkata "janganlah engkau menghukum aku karena kelupaan ku dan janganlah engkau membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku." 74. maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak muda, maka ia membunuhnya. Dia (musa) berkata, "mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar." 75. Dia berkata, "Bukankah sudah ku katakan kepadamu, bahwa engkau tidak akan mampu bersabar bersamaku?" 76. Dia (musa) berkata, jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya engkau sudah cukup (bersabar) menerima alasan dariku." 77. Maka keduanya berjalan; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu hegeri, mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka (penduduk negeri itu) tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dinding rumah yang hampir roboh (dinegeri itu), lalu dia menegakkannya. Dia (musa) berkata, " jika engkau mau, niscahya engkau dapat meminta imbalan untuk itu." 78. Dia berkata, " inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya. 79. Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja dilaut; aku bermaksud merusaknya, karena dihadapan mereka akan ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu. 80. Dan adapun anak muda (kafir) itu, kedua orang tuanya mukmin, dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran.

81. Kemudian kami menghendaki, sekiranya tuhan mereka menggantinya dengan (seorang anak lain) yang lebih baik kesuciannya daripada (anak) itu dan lebih sayang (kepada ibu bapaknya). 82. dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang dibawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang sholeh. maka tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari tuhanmu. apa yang ku perbuat bukan menurut kemauanku sendiri. itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya." 83. Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang zulkar nain. katakanlah, " Akan kubacakan kepadamu kisahnya." 84. Sungguh, kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi, dan kami telah memberikan jalan kepadanya (untuk mencapai) segala sesuatu, 85. Maka diapun menempuh suatu jalan. 86. Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam, dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan disana ditemukannya suatu kaum (tidak beragama). kami berfirman, " wahai zulkarnain! engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka." 87. Dia (zulkarnain) berkata, barang siapa berbuat zolim, kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada tuhannya, kemudian tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras. 88. Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat (pahala) yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah." 89. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain). 90. Hingga ketika dia sampai ditempat terbit matahari (sebelah timur) didapatnya (matahari) bersinar di atas suatu kaum yang tidak kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari (cahaya matahari) itu,

91. Demikianlah dan sesungguhnya kami mengetahui segala sesuatuyang ada padanya (zulkarnain). 92. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). 93. Hingga ketika dia sampai di antara kedua gunung, didapatinya dibelakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan. 94. Mereka berkata, wahai Zulkarnain! Sungguh, Yajuj dan Ma`juj itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami mebayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka ?. 95. Dia (zulkarnain) berkata, "Apa yang telah di anugrahkan tuhan kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka, 96. Berilah aku potongan-potongan besi! Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (zulkarnain) berkata, " tiuplah (api itu)! "ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata, "berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu)." 97. Maka merka (ya`juj dan ma`juj) tidak dapat mendakinya dan tidak dapat (pula) melubanginya. 98. Dia (zulkarnain) berkata, "(Dinding) ini adalah rahmat dari tuhanku, maka apabila janji tuhanku sudah datang, dia akan menghancurkannya; dan janji tuhanku itu benar." 99. Dan pada hari itu kami biarkan mereka (ya`juj dan ma`juj) berbaur antara yang satu dengan yang lain, dan (apabila) sangkakala di tiup (lagi), akan kami kumpulkan mereka semuanya, 100. Dan kami perlihatkan (neraka) jahannam dengan jelas pada hari itukepada orang kafir,

101. (yaitu)orang yang mata (hati) nya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari memerhatikan tanda-tanda (kebesaran)-ku, dan mereka tidak sanggup mendengar. 102. Maka apakah orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hambaku menjadi penolong selain aku? Sungguh, kami telah menyediakan (neraka) jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir. 103. Katakanlah (Muhammad), "Apakah perlu kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?. 104. (yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. 105. mereka itu adalah orang yang mngingkari ayat-ayat tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengannya. maka sia-sia amal mereka, dan kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari kiamat. 106. Demikianlah, balasan mereka itu neraka jahannam, karena kekafiran mereka, dan karena mereka menjadikan ayat-ayatku dan rasul-rasulku sebagai bahan olok-olok. 107. Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga firdaus sebagai tempat tinggal, 108. Mereka kekal didalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana. 109. Katakan (muhammad), "Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kaliamt tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)." 110. Katakanlah (muhammad), " sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya tuhan kamu adalah tuhan yang maha esa." maka barang siapa mengharap pertemuan dengan tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajkan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatupun dalam beribadah kepada tuhannya."

Nah itulah bacaan surat al-kahfi lengkap dengan arab dan latinya juga artinya, sangat panjang sekali, untuk ke agungan dan hal yang lainnya mengenai surat al-kahfi akan menyusul di lain waktu, ok sahabat kajianmuslim sampai disini dulu ya, jika ada yang mau bertanya silahkan kirimkan pesan melalui email yang sudah disediakan di menu contact us yang ada di paling bawah artikel ini, akhir kata saya ucapkan wasalam.

Sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/06/surat-al-kahfi.html

Dikirim pada 11 Juni 2018 di Doa
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

“ Haji/Hajjah adeliasumini ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Tag
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 17.598 kali


connect with ABATASA